Gambar di atas adalah sebuah buku yang ditulis oleh seorang penulis
jenius bernama Jack Kerouac. Ia dianggap sebagai
seorang jenius berdasarkan hasil karyanya yang sangat luar biasa.
Sedangkan gambar di atas adalah sebuah lukisan yang dibuat oleh Van
Gogh. Seperti yang kita ketahui, Van Gogh adalah salah satu pelukis
terkenal kelas dunia. Detail lukisan di atas adalah gambaran diri
seorang Van Gogh dengan telinganya yang diperban.
Kedua orang tersebut diakui sebagai orang yang jenius, namun juga
memiliki gangguan mental. Berdasarkan lukisan Van Gogh di atas, para
ilmuwan berkesimpulan bahwa Van Gogh memiliki gangguan mental
dengan melukiskan gambaran diri yang rusak. Para ilmuwan mengatakan
bahwa ada benang tipis yang membedakan antara jenius kreatif
dengan gangguan jiwa. Orang yang memiliki tingkat IQ yang tinggi,
biasanya lebih sering mengalami gangguan mental seperti bipolar dan
skizofrenia.
"Bipolar adalah gangguan mental, dimana orang tersebut memiliki suasana hati yang ekstrim. Pada suatu periode, penderita dapat memiliki suasana hati yang baik, dimana mereka merasa sangat enerjik dan hiperaktif. Namun dalam waktu hitungan detik, suasana hati mereka dapat berubah menjadi depresi. Ketika mengalami depresi, mereka akan merasa sangat putus asa dan tidak bersemangat."
Sedangkan skizofrenia adalah sebuah keterbelakangan,
dimana penderita biasanya cenderung menutup diri dari dunia luar. Mereka
akan sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain dan lingkungan luar,
sehingga akhirnya menutup diri dan menyendiri.
Kay Redfield Jamison, seorang ilmuwan dari Sekolah Kedokteran John
Hopkins melakukan penelitian mengenai hal ini. Kay ingin
menyelidiki hubungan antara kejeniusan seseorang dengan gangguan mental
bipolar dan skizofrenia. Sebuah studi di Swedia menyatakan bahwa remaja
berusia 16 tahun yang memiliki IQ tinggi, biasanya menderita
gangguan bipolar dan skizofrenia. Selain itu, orang - orang yang
jenius lebih berpotensi untuk menderita gangguan bipolar
dan skizofrenia. Dan biasanya akan berkembang 4 kali lebih pesat di usia
remaja. Seperti Van Gogh dan Jack Kerouac yang
diakui jenius namun memiliki gambaran diri yang rusak.
Pertanyaan yang menarik dari para ilmuwan mengenai masalah ini adalah :
“Apakah ada hubungan antara jenius dengan gangguan mental?” Karena
banyak dari orang yang jenius menderita penyakit gangguan mental. Selain
kedua tokoh jenius di atas, masih banyak tokoh – tokoh jenius lainnya
yang memiliki gangguan mental. Seperti salah seorang pemenang hadiah
Nobel Matematika yang bernama John Nash. Bahkan, kisah hidup John Nash
pernah diangkat menjadi sebuah film. Film tersebut berjudul A Beautiful
Mind, dimana tokoh John Nash diperankan oleh Russel Crowe. Film tersebut
menceritakan kisah perjuangan John Nash melawan penyakit skizofrenia
nya seumur hidup.
Sebuah penelitian yang telah dilakukan akhirnya dapat menjawab
pertanyaan para ilmuwan tadi. Ternyata, ada sebuah gen tertentu yang
menghubungkan tingkat kejeniusan seseorang dengan gangguan mental yang
dialaminya. Gen tersebut dikenal dengan sebutan DARPP-32. Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan, sebanyak 75 persen orang yang mewarisi
gen DARPP-32 ini memang memiliki kemampuan otak di atas rata – rata,
namun juga gen ini menyebabkan orang tersebut menderita bipolar atau
skizofrenia. Semakin tinggi tingkat kejeniusan seseorang, semakin parah
pula gangguan mental yang dideritanya.
Jadi, menjadi seorang jenius itu bisa menjadi berkah atau malah sebaliknya.(Dailymail/rei)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar