Selain
dapat menghilangkan ngantuk akibat efek kafein yang terkandung dalam
kopi, minum kopi kadang juga memberikan efek jantung berdebar dan
peningkatan asam lambung. Kafein adalah senyawa kimia alkaloid atau yang
lebih dikenal dengan trimetilsantin yang terkandung di dalam kopi
sebanyak 1-1,5%. Kerja kafein adalah mengambil alih reseptor adenosin
(salah satu sel saraf dalam otak yang bisa membuat seseorang cepat
tertidur) sehingga akan memacu produksi hormon adrenalin, dan akibatnya
tidak merasa kantuk. Namun selain beberapa efek negatif tersebut, minum
kopi dalam jumlah tertentu cukup disarankan karena memberikan efek
positif.
Menurut
Prof. Takayuki Shibamoto, ahli toksikologi lingkungan dari Universitas
California, Amerika, kopi yang baru diseduh akan memproduksi antioksidan
yang penting untuk melawan kanker. Penelitian di tahun 2011 di Harvard
menunjukkan bahwa pria yang mengkonsumsi 6 cangkir kopi sehari, memiliki
60 persen resiko lebih rendah terkena kanker prostat.
Para
penikmat kopi tanpa gula memiliki risiko rendah terkena diabetes tipe
2. Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin.
Senyawa dalam kopi bekerja untuk mencegah proses produksi sel insulin
dari kehancuran. Bahkan, manfaat kopi decaffein (kopi dengan kadar
kafein rendah) bekerja lebih baik menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Minum
kopi juga dapat menurunkan kadar depresi pada diri seseorang. Para
peneliti dari Harvard School of Public Health melaporkan, orang yang
minum 4 cangkir kopi atau lebih setiap hari memiliki risiko 20 persen
lebih rendah mengalami depresi.
Selamat menikmati kopi Anda hari ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar