Di rumah aku tinggal dengan seorang
pembantu baru, cowok seusiaku. Cowoknya tinggi, lumayan ganteng, malah
terlalu ganteng untuk jadi pembantu, harusnya jadi cover boy. Aku
tertarik padanya karena dia type cowok idaman buatku. Aku kerap kali
membayangkan bercinta dengannya, memekku dienjot kontolnya yang dari
luar celananya kelihatan menggembung, pertanda kontolnya besar.
Satu hari, aku tidak kerja sehingga
dirumah seharian. Karena cuaca cukup panas aku cuma pake daster yang
mini dengan bra tipis kesukaanku, sehingga dadaku bergerak kalau jalan.
Saat papasan dengan dia kulihat matanya lekat menatap toketku yang
menantang itu tapi aku tak perduli.
Sambil mencari udara segar aku duduk di
meja makan membaca koran setelah menyantap makan pagi. Dia sedang ngepel
di ruang makan. Aku sengaja mengangkangkan pahaku, sehingga dasterku
yang mini itu makin tersingkap ke atas dan pastinya cd-ku akan bisa
dilihat dengan jelas oleh dia yang sedang ngepel itu. Aku panggil dia
dan saya suruh berdiri di sampingku karena dia dari tadi melotot melihat
paha dan cd-ku walaupun aku tidak melihatnya karena terhalang meja
makan. Karena dia memakai celana kolor kelihatan sekali kalo kontolnya
ngaceng melihat busana yang aku pakai.
Tanpa menunggu lama kemudian tangannya
saya arahkan ke paha dan aku suruh mulai rabaan di pahaku. Paha makin
kukangkangkan karena aku tau pasti dia sedang suka mengelus pahaku. Aku
jadi menggeliat karena rabaannya pada paha bagian dalam, “Aah”, erangku,
karena napsuku mulai naik.
Karena sudah tidak tahan, tanpa banyak tanya kupeloroti celananya dan kumainkan
kontolnya dengan tanganku memilin, memutar dan kukulum ujungnya
penisnya yang dari tadi menatangku. Dia sangat kaget waktusaya
panggil, apalagi dengan aksiku karena yang berani mengulum penisnya
tanpa minta ijin darinya.
“Kenapa Non, napsu ya”, katanya.
“Tanganmu nakal sih”, kataku terengah. “Abis kamu nantang duluan sih.
Udah tau aku lagi ngepel pake ngangkangin paha segala”, jawabnya.
Setelah sekian lama memainkan kontolnya aku lepaskan dan dia gantian
mengelus pahaku. Makin makin lama makin naik ke atas.
Kini tangannya mulai meraba dan meremes
memekku dari luar cd-ku, Aku semakin terangsang karena ulahnya, “Aah,
jadi napsu nih”, erangku. “Iya non, cd kamu udah basah begini. Kamu
ternyata nafsunyaa besar ya. Aku mau ngentot denganmu”, katakua terus
terang. Dia terdiam mendengar ajakanku yang to the point itu. Aku yakin
kontolnya pasti udah ngaceng berat.
Terasa jarinya menyusup kedalam cd-ku
lewat samping. Memang aku pake cd yang minim sekali sehingga dia mudah
mengakses memekku dari samping cdku. Aku duduknya menjadi setengah
melorot sehingga dasterku makin terangkat keatas, membebaskan
selangkanganku. Dia makin nakal ulahnya, pahaku makin dikangkangkannya
dan terasa hembusan napasnya yang hangat di pahaku. Dia mulai menjilati
pahaku, dari bawah bergerak perlahan keatas sambil digigitnya pelan.
Dia menghentikan aksinya, berdiri dan aku
menarik dia berdiri. Karena rumah sedang sepi, aku langsung memeluk dan
mencium bibirnya dengan penuh nafsu. Lidahnya menerobos bibirku dan
mencari lidahku, segera aku bereaksi yang sama
sehingga lidah kami saling membelit didalam mulutku. Pelukannya makin
erat, Terasa ada sesuatu yang mengganjal diperutku, kontolnya rupanya
sudah ngaceng berat seperti dugaanku.
Tangannya mulai bergerak kebawah, meremas
pantatku dari luar dasterku, sedang tangan satunya masih ketat
mendekapku. Aku menggelinjang karena remasan dipantatku dan tekanan
kontolnya yang ngaceng itu makin terasa diperutku. “Aah”, lenguhku
sementara bibirku masih terus dikulumnya dengan penuh nafsu juga.
Lidahnya kemudian dikeluarkan dari
mulutku, bibirku dijilati kemudian turun ke daguku. Tangannya bergeser
dari pantatku ke arah memekku, “Aah”, kembali aku mengerang ketika
jarinya mulai mengilik memekku dari luar cdku. Lidahnya mengarah ke
leherku, dijilatinya sehingga aku menggeliat kegelian.
Sementara itu jarinya sudah menyusup
kembali ke dalam cd-ku lewat samping dan mulai mengelus memekku yang
sudah sangat basah itu dan kemudian menjadikan itilku sasaran
berikutnya. Digerakkannya jarinya memutar menggesek itilku. Aku menjadi
lemes dan bersender dipelukannya. “kekamarku aja yuk”, ajakku sambil
menyeret tubuhnya yang kuat itu kekamarku.
Lidahnya makin seru saja mengilik memek
dan itilku kontolnya yang besar dan panjang, berdiri tegak karena sudah
ngaceng berat membuatku tak kuasa menahan nafsuku. Setelah puas
melakukan aksi oral, aku menelungkup dipinggir ranjang, saat itu aku
masih memakai daster miniku. Dia memposisikan dirinya dibelakangku,
punggungku didorong sedikit sehingga aku menjadi lebih nungging. Pahaku
digesernya agar lebih membuka. Kuperintahkan segera menggenjot kontolnya
ke dalam memek. Sekarang dengan posisi doggy style. Sambil dia
menggenjot kuperintahkan dia meremas pantat dan payudaraku, sementara
tanganku meremas bokongnya.
Setelah puas dengan gaya doggy style kali
ini dia aku ingin bercinta woman on top dengan aku yang di atas. Dengan
posisi aku di atas kumasukan kontolnya dan kugenjot masuk ke dalam
memeku. Sungguh terasa nikmat posisi seperti gaya naik kuda ini. Sambil
berayun bak naik kuda kujambak dan kuremas punggungnya. Kemudian dia aku
dorong untuk ganti gaya dengan aku tetap di atas.
Kali ini aku menindihnya sambil menjepit pahanya. Tangannya aku cengkeram dan
aku kunci seperti aku sedang memperkosanya. Sekali lagi pantatku aku
goyang membuat dia tak kuasa menahan birahinya. Aku menggelinjang ketika
kontolnya menggesek memekku. Memekku yang sudah sangat licin itu
membantu masuknya kontol besarnya dengan lebih mudah. Kepala kontolnya
sudah terjepit di memekku. Terasa sekali kontolnya sesek mengganjal di
selangkanganku. “Aah, gede banget kontolmu”, erangku.
Aku tak mau tingga diam saja, malah terus
mendorong kontolnya masuk ke dalam memeku semakin dalam. Aku
menggeletar ketika kontolnya masuk makin dalam. Nikmat banget rasanya
kemasukan kontolnya yang besar itu. Kemudian aku menarik kontolnya
keluar dan kumasukanlagi dengan pelan juga, gerakan keluar masuk
kontolnya makin cepat sehingga akhirnya dengan satu hentakan kontolnya
nancep semua di memekku. Wuih …. nikmatnya. “Aah, enak banget kontolmu”,
jeritku. “memekmu juga peret banget Non. “Huh”, dengusku ketika terasa
kontolnya nancep semua di memekku, Terasa biji pelernya menempel ketat
di pantatku.
Memekku terasa berdenyut meremes-remes
kontolnya yang nancep dalem sekali karena panjangnya. Kali ini aku
sambil duduk tetap menguasai permainannya. Tangannya yang tadinya
memegang pinggulku mulai menyusup kedalam dan meremes toketku dengan
gemesnya. Dia menjadi menggelinjang karenanya, sementara itu enjotanku
keluar masuk kontolnya
makin kupercepat sehingga dia makin menggelinjang dan menggeliat
keenakan. Dia mencoba ganti posisi di atas tapi karena aku tindih dan
tangannya aku kunci dia tak bisa apa-apa. Lebih nikmat jika aku
menguasai daripada dia yang pegang kendali. Itulah mengapa setiap
bercinta aku yang harus pegang kendali supaya mendapat kenikmatan
seperti yang kuinginkan. Saat tubuhku makin bergetar merasakan gesekan
kontolnya yang kupercepat di memekku. Keluar masuknya kontolnya di
memekku makin lancar karena cairan memekku makin banyak, seakan menjadi
pelumas kontolnya.
Akhirnya aku menelungkup di badannya dan
kucium lehernya dan kugigit. Dia menjadi menggelinjang kegelian. Pinter
banget aku merangsang dan memberi aku nikmat yang luar biasa. Toketku
dilepaskannya dan tangannya menarik wajahku agar menengok ke belakang,
kemudian bibirku segera diciumnya dengan napsunya. Lidahnya kembali
menyusup kedalam mulutku dan membelit lidahku.
Tangannya
kembali menyusup kedalam pahaku dan meneruskan tugasnya meremes
toketku. Sementara itu aku tetep genjot keluar masuk dengan cepat dan
keras. Jembutnya yang kasar dan lebat itu berkali menggesek pantatku
ketika kontolnya nancep semuanya di memekku. Aku menjadi mengerang
keenakan berkali-kali, ini menambah semangatnya untuk makin mgencar
mengenjot memekku. Sementara tanganku mencengkeram punggungnya membuat
dia makin beringas.
Pantatku mulai bergerak mengikuti irama
enjotan kontolnya. Pantatku makin cepat bergerak maju mundur menyambut
enjotan kontolnya sehingga rasanya kontolnya nancep lebih dalem lagi di
memekku. AKu makin keras saja mengenjot memekku ke kontolnya.
Aku tersentak. Perutku terasa kejang
menahan kenikmatan yang luar biasa. Bibirnya kembali kulumatnya, dia
membalas melumat bibirku juga, sementara gesekanku ke kontolnya pada
memekku tetep saja terjadi. Akhirnya aku tidak dapat menahan rangsangan
lebih lama, memekku mengejang dan “nyampe aah”, teriakku. Memekku
berdenyut hebat mencengkeram kontolnya sehingga akhirnya, kontolnya
mengeluarkan lava pijar. Terasa banget spermanya yang anget menyembur
menyirami memekku. Kontol kulepas seiring ngecretnya spermanya.
Akhirnya aku ambruk keranjang dan aku menindihnya. Napasku memburu,
demikian juga napasnya. Kontolnya terlepas dari jepitan memekku sehingga
terasa spermanya ikut keluar mengalir di pahaku. Dia segera telentang
diranjangku sementara aku menindih.
Saat berbaring kutindih dia kujilati kontolnya yang penuh dengan seperma. hmmm
seperti menjilat es krim rasanya. Kontolnya yang masih meregang itu
kukocok lagi membuatku semangat untuk mengulumnya. Rupanya kontolnya dia
masih tegang dan kuat. Kesempatan ini tak kusia-siakan untuk meremas,
menjilat dan mengulum kontolnya. Dia makin terkapar dan menggelinjang,
yang makin membuatku bersemangat. Kujilati mulai dari ujung ujung
penisnya, batang kontolnya sampai buah pelirnya tanpa tersisa sedikitpun
sperma yang menempel di kontolnya. Selang beberapa saat sepertinya dia
tak kuasa menahan aksi liarku, yang akhirnya spermanya untuk kedua
kalinya muncrat mengenai wajahku. Seakan tak menyiakan kesempatan ini
sekali lagi kukocok kontolnya dengan tanganku dan sampai benar keluar
spermanya, sementara asik kujilati dan kumasukkan kontolnya ke dalam
mulutku untuk kusedot sekali lagi sampai spermanya kutelan hmmmm
benar-benar nikmat, dan dia terkapar makin tak berdaya. Kali ini ini dia
benar-benar terkapar dan takluk di hadapanku. Dan aku puas karena
membuat dia terkapar. Sementara dia masih terkapar, kutindih dan kuciumi
dan diapun membalasnya sambil memelukku dengan erat … sungguh indah …
Kuajak dia ke kamar mandi sambil persiapan mengajaknya dia ke ronde
kedua …

Tidak ada komentar:
Posting Komentar