Laman

April 02, 2011

Uang 100 Dollar Amerika dari Tahun 1862 Sampai Sekarang !

Sebuah catatan $ 100 baru diresmikan pada Departemen Keuangan pada tanggal 21 April 2010. Hal ini sedang dicetak menggunakan teknologi cetak digital yang paling canggih dan di sini haxims memiliki koleksi yang sangat menarik uang 100 dolar tua. Mari kita lihat bagaimana perubahan selama 150 tahun (dari dulu hingga sekarang).

Cewek ABG Jual Siswi SMA ke Om-om !


SURABAYA(Pos Kota) – Kasus trafficking ternyata masih marak di Surabaya, Jawa timur Untungnya, anggota unit (PPA) Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Surabaya, mampu membongkar satu kasusnya .

Dengan menyamar sebagai salah satu bos yang sedang mencari teman kencan yang masih di bawah umur, anak buah AKP Herlina mengamankan Aip,18, gadis ABG yang sudah keluar SMA Swasta di Surabaya Utara.

Aip ditangkap setelah menawarkan adik kelasnya, Bunga (bukan nama sebenarnya) dengan tarif Rp 1 juta untuk sekali kencan. Tak ayal, umpan polisi akhirnya dimakan Aip saat pergi menjemput Bunga di sekolahnya untuk kemudian diajak ke Hotel Palm Inn di Jalan Keris Kencana Timur. "Ketika di kamar hotel itulah kemudian Aip kami tangkap," kata Herlina.

Sekarang, Aip harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah menjual ABG untuk dijadikan pelampias lelaki hidung belang. "Sejak dikeluarkan dari sekolahnya setahun lalu, tersangka mulai menggeluti bisnis esek-esek ini, termasuk bisa menyediakan ABG. Sedangkan tarif termurah Rp 800 ribu dan paling mahal Rp 1 juta, tergantung pesanan," kata Herlina.

Meski telah menjalankan bisnis selama setahun ini, Aip masih tertutup untuk menjelaskan nama korbannya selain Bunga. "Saya baru menawarkannya pada Bunga," kata Aip.

Sedangkan Bunga, kepada Kanit PPA AKP Herlina mengaku baru dua kali ini diajak Aip. "Baru dua kali ini boking out (BO) sama Aip. Pertama karena terpaksa, tapi ditolak sebab pemesannya berwajah jelek," tandas Herlina.

Dari pekerjaan itu, Bunga mendapatkan keuntungan Rp 400 ribu. Meski begitu, polisi akan melakukan pengembangkan kasus ini dan mencari korban-korban Aip selain Bunga. Diduga, bisnis Aip juga menjaring pelanggan melalui jaringan forum dewasa di internet.

Sebab selain ia menjajankan gadis ABG, Aip bekerja sebagai penjaga warnet. Sejauh ini polisi memang mendapatkan informasi adanya praktek trafficking yang ditawarkan lewat beberapa forum di internet.

Tipe Pria "Nakal" Disukai Wanita



New Delhi: Tipe pria mana kah yang Anda suka? Menurut sebuah penelitian, kebanyakan wanita jatuh cinta dengan pria yang mempunyai kesan "nakal". Ini menjadi sangat popular dalam dunia percintaan dan kebanyakan citra pria nakal itu menunjukkan kepribadian lelaki yang sesungguhnya .

Tipe laki-laki dengan citra nakal ini membuat semua jenis wanita di seluruh dunia ini tertarik. Wanita akan bersikap ramah dengan laki-laki berkepribadian tersebut.

Menurut seorang profesor psikologi di University College London, Dr Adrian Farnham, orang-orang ini cenderung sangat baik pada tipe pekerjaan tertentu yang melibatkan pengendalian mutu, audit, dan pemeriksaan. Sama dengan tipe pria flamboyan dan pria munafik yang penuh sandiwara, yang dapat membuat mereka 'kreatif' dan sebagai pembicara publik yang hebat.

Farnham menjelaskan, tipe pria yang memiliki sifat-sifat dengan sisi gelap juga dapat memiliki sisi terang. Tipe laki-laki ini banyak ditemukan di alam semesta ini dan mereka merasa bisa mendapatkan wanita sempurna untuk menjadi pasangan mereka

Selain tipe pria nakal, dalam penelitian ini juga menyimpulkan bahwa wanita menjadikan tipe pria yang bersemangat, moody, perfeksionis atau agresif sebagai pria modern yang menjadi tipe mereka.(MEL/oneIndia.in

Cewek-cewek Seksi di Ring Tinju !

Olah Raga Keras memang harus diselingi pemandangan seger...
































Gadis ABG Tawarkan Seks Demi Sabu-sabu !

Penulis dibangunkan suara ketukan. Di depan pintu berdiri, seorang pria, Putra (25) dan seorang wanita berambut sepunggung dicat pirang. Kemeja biru bermotif bunga dan celana jeans biru muda, memperjelas kulitnya yang putih. Sepatu Prada berwarna hitam dengan high hell pun seolah menegaskan kaki yang panjang menopang tegak tubuhnya. "Tari," ucap bibir mungil itu memperkenalkan diri.

Penulis sengaja mengundang keduanya. Tanpa melepas alas kakinya Tari (19) melangkah menuju ruangan yang disiapkan untuk kehadirannya pagi itu. Setelah melepas sepatu di pintu ruangan tadi, wanita yang baru memasuki semester persiapan di salah satu perguruan tinggi swasta terkenal di Kota Medan, langsung menuju tempat tidur untuk kemudian merebahkan tubuhnya yang terlihat sedikit pucat. "Duh, cepat lah jemput Bang Put. Nggak tahan lagi Tari ini," ucapnya gemetaran.


Pria yang disebut Putra tadi pun pamit sembari menitipkan Tari untuk ditinggal sesaat. Sementara Tari mulai gelisah dalam duduknya. Sebatang rokok yang disulut tak juga meredakan tubuhnya yang gemetar. "Sabar ya, Bang, nanti habis make aja ya, ga pa-pa kan, Bang," ucapnya lemah tapi manja.

Tak berapa lama suara sepeda motor pun terdengar pertanda Putra sudah kembali. Sesampai di dalam kamar tadi, Putra mengeluarkan plastik kecil layaknya pembungkus obat. Isinya butiran-butiran kristal yang dikenal dengan sabu-sabu, narkoba jenis psikotropika.

Melihat bungkusan tadi, Tari pun menarik nafas panjang dan melepaskannya perlahan. Seolah lega karena tak lama lagi siksaan yang dialaminya akan hilang, meskipun hanya sementara. Seketika Putra melanjutkan aktivitasnya menyiapkan perlengkapan seperti bong (sejenis pipa yang didalamnya berisi air) dengan dua pipa yang dihubungkan dan alat pembakar dari mancis dengan tingkat pembakaran yang sangat halus.

Setelah perlengkapan siap, Putra pun menyerahkan kepada Tari, sebelumnya meletakkan sejumlah sabu bagian pipa yang terbuat dari kaca. Bibir mungil Tari kemudian menempel di pipa satunya dari plastik untuk menghisap sabu yang berubah menjadi asap karena proses pembakaran tadi. Dibutuhkan 20 detik bagi Tari untuk menyedot habis asap sabu tadi dan mengepulkan sebahagian yang tersisa ke udara.

Tari mengulangi hal itu sekali lagi lalu menyerahkan peralatan bong tadi kepada Putra. Air yang memang disiapkan diteguk kemudian menyulut sebatang rokok sebelum memulai kisahnya. "Gitu lah, Bang kalau lagi pengen. Tapi memang kebetulan aku lagi bokek aja. Malas minta sama bonyok (bokap-nyokap, bahasa prokem untuk kedua orangtua, Red)," akunya.

Tari yang lahir di Komplek Mewah di jalan Tubagus daerah Dago Bandung, 19 tahun silam dan satu unit rumah yang dikontrakkan kedua orangtuanya di Komplek TPI Jalan Gagak Hitam (Ringroad) Medan menunjukkan bahwa dirinya bukan datang dari kalangan bawah. Hal itu mempertegas kesan pertama yang timbul dari busana maupun parfum yang dikenakannya.

Dengan keberadaan orangtua sebagai pengusaha sukses di Kota Kembang, masa kecil Tari pun terbilang bahagia. Apalagi sebagai putri tunggal seluruh permintaannya mustahil tidak terpenuhi. Hingga Tari tumbuh dengan kesempurnaan fisik, tinggi 170 centimeter dan berat sekitar 55 kilogram, langsing. Rambut ikal dan wajah opal berkulit putih yang ditopang kaki jenjang dengan betis bunting padi. Karunia yang menjadi awal bencana.
Seperti remaja lainnya, di usia 16 tahun Tari merasakan getar asmara saat berkenalan dengan Hendra yang merupakan kakak kelasnya di salah satu SMA Negeri terkenal di Bandung. Hubungan yang dibina selama satu tahun setengah itu pun membuat Tari yakin untuk menyerahkan harta yang paling berharga darinya. "Aku sudah yakin bangat kalau dia (Hendra) bakal jadi suami aku. Tapi ternyata aku salah," ucapnya tertunduk.

Tampak genangan air di kedua mata Tari saat dia mendongak, mencoba menahan genangan itu tidak jatuh. Tangannya pun dengan cepat menyambar tisu yang ada untuk menyeka kedua matanya. Airmata itu tak terbendung, jatuh. Seperti kejatuhan Tari pasca dikhianati sang pacar yang tanpa merasa bersalah meninggalkannya untuk menikah dengan wanita lain.

Mengingat kebaikan yang didapatkan selama ini, Tari pun menutupi masalah itu dari kedua orangtuanya. Dirinya mulai mencari pelarian dari gemerlapnya dunia malam. "Memang aku tahu beberapa teman di sekolah sering dugem, selama ini hanya sekadar berteman dengan mereka. Jadi pas masalah itu, mereka welcome saja aku datang," kenangnya.

Jalan Tari pun berubah. Kursus musik dan kurikulum yang sebelumnya kerap diikuti hanya sebagai alasan untuk keluar dari rumah. Dirinya menghabiskan waktu tadi untuk berkumpul dengan teman-teman di mal. Tari pun mulai memperhatikan penampilannya. Sembari ngumpul biasanya dia singgah ke salon atau belanja pakaian yang terbaru untuk digunakan saat dugem.

Tari pun harus berbohong kepada kedua orangtuanya bila ada tugas kelompok yang harus diselesaikan di rumah salah satu teman sekolah. Padahal saat itu lah dia dan teman-teman badung lainnya menjalankan rencana dugemnya. Hingga menamatkan pendidikannya di SMU Tari mengaku masih bisa bertahan untuk tidak terjun ke dalam seks bebas.

Namun, saat dirinya melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi swasta terkenal di Kota Bandung, perubahan dunia dan pola pergaulan membuat Tari ingin lebih bebas menikmati hidupnya. Alasan ingin mandiri, Tari lalu dicarikan rumah kontrakan oleh kedua orangtuanya. Sengaja memilih di lokasi kampus, kedua orangtua Tari berharap putri tunggalnya lebih giat menuntut ilmu.

Ternyata salah, hal itu justru memberi kebebasan yang sebebas-bebasnya. Dugem yang biasa dilakukan bersama teman-teman wanita sudah dibumbui dengan beberapa pria. Rata-rata kenalan di lokasi dugem yang didatangi Tari dan kawan-kawan. "Kenalan-kenalan, terus kita jalan nyari makan, habis makan bersama cowok itu, lupa aku, ngajak check in. Kita yang sudah enak bawakannya mau aja," bebernya lagi.

Di rumah yang terletak di kawasan Bandung Utara itu Tari berkenalan dengan narkoba jenis sabu. Rasa penasaran yang tinggi pun membuatnya terlibat dan turut menikmati barang haram tadi. "Kok waktu itu aku merasa badan ini jadi fit aja dan horny. Jadi waktu tinggal kita berdua, soalnya yang lain keluar, aku mau aja diajak gitu," cetusnya sembari memberi kode untuk menyedot sabu lagi sebelum melanjutkan ceritanya.

Pengalaman baru itu terus ditelusuri dan dengan keuangan yang ada hal itu, bukan hal yang mustahil. Kegiatan di ranjang yang melelahkan seolah menjadi menu penutup setelah mengkonsumsi sabu tadi. Hingga satu penggerebekan di akhir 2009 membuatnya harus berurusan dengan pihak berwajib. Hasil tes urine yang dilakukan sebenarnya mengharuskan Tari menjalani hukuman di lembaga permasyarakatan.

Begitu pun kekecewaan yang ditimbulkan, Tari tetap mendapatkan kasih sayang kedua orangtuanya. Tak ingin putrinya jadi pesakitan, sang Bapak pun memanfaatkan relasinya untuk melepaskan Tari dari semua tuntutan. Sekalipun dengan catatan, Tari harus menghilang dari Kota Kembang. "Aku pernah ada kenalan dari Kota Medan. Itu lah ceritanya kenapa aku bisa sampai di sini,""paparnya kembali menyulut sebatang rokok.

Awal 2010 tepatnya Februari, Tari pun terbang ke Medan setelah sebelumnya mengontak Rini warga Kampung Baru Medan untuk mencarikan rumah kontrakan untuknya. Rumah tipe 45 di Jalan Gagak Hitam itu rupanya cocok dengan kedua orangtua Tari sehingga kontrak langsung diteken. Setelah semua urusan kontrakan dan kebutuhan dipenuhi, Tari pun melanjutkan hidupnya dengan keuangan yang tidak sebebas dulu lagi.

Seringnya aktivitas yang dilakukan di kota kelahiran ternyata membawa dampak kecanduan bagi Tari. Karena belum menemukan kampus yang tepat untuk melanjutkan pendidikannya kegiatan Tari pun lebih banyak kosong. Gemerlap lampu dan dentuman audio selalu menggelitik panca inderanya. Lewat temannya Rini, Tari pun kembali mengulang kebiasaan dugem di Kota Medan.

"Pertama itu diajak Rini ke Zone. Beberapa kali masuk dapat kenalan yang ngajak ke tempat lain. Sejak itu kita pun main di Tobasa dan sekarang seringan di Entrance," lanjutnya setelah kembali meneguk air di gelas pelastik.
Namun, keuangan yang terbatas menjadi kendala bagi Tari untuk menyalurkan hobinya itu. Terlebih setelah dirinya mendaftar di salah satu perguruan tinggi swasta seputaran Stadion Teladan Medan. Bukan dengan hobi dugem, dimana dirinya sebagai wanita memiliki akses untuk masuk. Begitu juga dengan minuman yang masih mampu dibelinya. Bahkan tidak sedikit pria hidung belang yang suka-rela menawarkan minuman kepadanya.

Tapi, di akhir bulan saat jatah keuangannya sudah menipis, sementara serangan berupa nyeri di tulang sebagai dampak kecanduan sabu semakin sering menyapa. Tak ayal, mulailah Tari mengizinkan lelaki hidung belang menikmati tubuhnya demi imbalan sejumlah uang membeli sabu.

"Lebih sukak diajak tubang (tua bangka). Duitnya tebal tapi tenaganya cepat habisnya. Makanya sebelum masuk, aku make dulu. Jadi kalau dia sudah keluar, ya aku tinggal aja minta duitnya. Kalau mood aku masuk lagi untuk tambah-tambahan biar stok beberapa hari aman," beber Tari. Ternyata kebutuhan Tari akan sabu sudah semakin besar. Strategi menjajakan tubuhnya tadi pun tidak selamanya dapat menyelamatkannya dari rasa ngilu layaknya rematik tadi. Hingga dirinya pun melakoni status barunya yang dikenal dengan cewek STP. Asalkan bisa mendapatkan sabu, Tari merelakan tubuhnya sebagai imbalan. (indra juli hutapea)

Cara Cewek Bule Narsis Ekpresikan Diri !

Gadis bule emang lebih berani dibanding yang lain

Wanita Karir dan 'Nakal' Jadi Idola Pria


London: Pandangan pria mengenai wanita berubah. Sebelumnya mereka tertarik dengan wanita pemalu yang mau menjadi ibu rumah tangga. Namun, kini kaum pria lebih tertarik dengan wanita karir. Selain itu mereka juga suka tipe wanita 'nakal'.

Berdasarkan survei yang dilakukan perusahaan game internasional Electronic Arts, di era modern ini pria melihat wanita yang ideal itu yang bisa mencari nafkah dan memiliki jabatan yang tinggi dalam pekerjaannya.

Para ahli mengatakan ini bukan hanya karena peran gender berubah, tetapi juga karena kesulitan ekonomi sehingga laki-laki dapat mengambil pandangan yang lebih tradisional, perempuan dan karir.

Berdasarkan berita yang dilansir themedguru, sekitar 66 persen pria Inggris bernafsu dengan perempuan yang memiliki power dalam pekerjaannya. Jumlah ini meningkat menjadi 71 persen di antara usia 30 tahun hingga 34 tahun.

Jajak pendapat ini juga menemukan bahwa 18 persen laki-laki mencari patner yang menyenangkan, 14 persen ingin wanita independen yang dapat berdiri sendiri, 9 persen menyukai yang spontanitas, sedangkan sekitar 35 persen pria yang diteliti mengatakan mereka membayangkan apa yang disebut 'gadis-gadis nakal' Hollywood seperti Angelina Jolie, Megan Fox, Christina Aguilera, Siena Miller, dan Paris Hilton.

Mengomentari temuan tersebut, Jo Barnett, ahli relationship di datingcoach.me.uk, mengatakan masalah ekonomilah yang mengubah pandangan kaum pria. "Masalah keuangan lebih sulit dari sebelumnya, dan laki-laki yang sebelumnya takut dengan kekuatan seorang wanita yang kuat sukses, kini telah berganti," jelasnya.

"Seseorang yang mandiri secara finansial adalah pilihan yang sangat memikat. Selain itu, media saat ini menjual kekuatan, wanita eksekutif sebagai gambaran yang sangat seksi".

Sementara itu, Stuart Lang, Direktur pemasaran untuk The Sims Medieval, mengatakan, temuan ini menarik dengan melihat perubahan perbandingan laki-laki yang tertarik pada wanita dengan power yang tinggi dan tipe gadis nakal yang lebih dominan.

"Ini menunjukkan posisi perempuan yang berkembang dalam masyarakat dan perkembangan mereka kuat," katanya.

Tak hanya laki-laki yang tertarik dengan kemandirian dan pekerja keras. Kaum wanita juga punya pandangan yang sama. Wanita saat ini tertarik dengan pria yang ambisius. Lebih dari 60 persen wanita mengatakan pria di posisi teratas lebih mungkin untuk menarik perhatian mereka daripada yang lain.